"Without going out of your door, You can know all things of earth.. With out looking out of your window, You could know the ways of heaven.."
Selasa, 24 Agustus 2010
Budak Kapitalisme
Budi pun menjawab "Ga ah, sore ini aku mau kerja di tugu pancoran!"
Akupun kecewa, tapi kekecewaan itu tak berlangsung lama, aku langsung bergegas menuju rumah Shinta..
kucuk kucuk kucuk,
sampailah aku dirumah Shinta.. Aku pun berseru "Shinta maen yu!"
Shinta pun menjawab "Yah aku mau gawe bareng Jojo! Muup ya!"
Aku pun kembali putus asa dan sangat kecewa.
Sebuah kesenangan, silaturahmi dan permainan harus terputus karena tuntutan Kapitalisme! Bukan Budi dan Shinta yang tidak mau bermain, tapi kapitalisme mendorong mereka menjadi seorang budak, mengejar yang namanya hepeng untuk dapat mencapai kesuksesan semu. Dengan selembar kertas, kapitalisme dapat menjadikannya seorang yang mendapatkan kesuskesan yang "dibeli", bukan di dapatkan dengan hati.
Ah sudahlah! lebih baik aku main sendiri saja, sambil meminta uang dijalan untuk membeli Ipod!
Senin, 15 Februari 2010
CERPEN : MANUSIA
“Dasar manusia! bodoh! Di beri akal malah di jadikan alat untuk mengakali sesama makhluik Tuhan! Dasar manusia bedebah! Tukang korupsi!!”
“Eh monyet!! Jaga bacot lo ye!! Lo kata gampang jadi manusia?!”
“Yaelah!! Malah enak bego jadi manusia!! DI manjain sama Tuhan dengan kenikmatanNYA!! Sini sekarang giliran gue! Mana mungkin gue korupsi!!”
“Oww gitu ya? Eh asal lo tau aja! Gue sebelum jadi manusia, pernah jadi binatang, tapi gue bukan monyet, gue adalah seekor tikus dahulunya, dan asal lo tau lagi nih, gue juga berfikir kaya begitu sebelumnya sama arwah manusia yang sekarang udah hijrah ke dunia jin!! Oke sekarang giliran lo menjadi manusia deh!!”
“Oww tikus?? Pantes sering korupsi?? Hehehe.. . Oke, siapa takut jadi manusia!!”
“Oke, gih sana!! Gue mau liat gimane jadinye lo nanti!! Gw mau cabut dulu nih ye ke dunia jin!! Oye satu lagi, gue cuma mau ngingetin lo nyet! Selain konstruksi yang lo dapet melalui pengalaman empiris di dunia nyata nanti, lo juga bakal terbentuk dari pengalaman empiris lo di dunia sebelumnya. Dan itu berarti lo lahir ke dunia tidaklah kosong begitu aja! Tapi otak lo udah terisi oleh beberapa program sebelumnya, atau biasa di sebut dengan 3 postulat atau dunia ide, dunia bawaan dari dunia lo sebelumnya!”
“Apaan toh??!! Kagak ngarti gue??!”
“Ya monyet sih Lo!! Makanya nanti pas jadi manusia jangan lupa belajar filsafat ye, filsafatnye oom Plato tuh!!
“Ah sabodo teinglah!! Liat aja nanti!”
“Oke deh! Jalanin aja dewek deh, tapi nanti lo jangan mengugat Tuhan ketika lo jatoh! Tapi gugatlah karena lo di beri akal!!” Oke??!! Gue cabut dulu ya nyet!!”
Dan arwah bekas manusia itu pun langsung menghilang “Wuzzzz!” lenyap menghilang pergi menuju dunia jin.
Dan tibalah bekas arwah monyet tersebut terlahir ke dunia. Dia lahir di lingkungan konglomerat, dia di beri nama Andrei. Sang monyet sangat senang sekali mejadi manusia. Sampai usianya menginjak remaja, dia menjadi primadona di sekolahnya, karena dia mempunyai wajah yang tampan, kekayaan, dan segalanya. Banyak wanita yang mendekatinya.
“Waduh, mantab euy bodynya si Bella!! Gue sikat ah!! Tapi gimana caranya ya biar nanti malem gue bisa ML bareng dia ya?? Hmmm….. Gue ada akal!! Yeahhh!!!”
Tibalah malam hari. Si Andrei monyet itu mengajak Bella ke diskotik, dan mencekokinya narkoba dan minuman keras, lalu setelah Bella teller, di ajaknya dia check in di sebuah hotel, dan?! ML lah mereka.
Dan kelakuan si monyet pun terus seperti itu selama hidupnya. ML terus dengan berbagai wanita, walaupun dia sudah punya istri dan anak hasil hubungan sex liarnya, dia terus melakukan hubungan sex liar sampai Ia mati karena terkena virus AIDS.
Tibalah kematian si Andrei eks monyet itu. Semua keluarganya menangis sekaligus senang karena si Andrei sudah tidak meyusahkan keluarga lagi dengan kelakuan sex liarnya tersebut.
Dan arwah Andrei ex monyet pun tiba di kayangan. Dia pun bergegas menuju kantor administrasi kayangan yang mana disana adalah tempat regristasi dan laporan para arwah kepada malaikat saat para arwah ingin mendapatkan paspor menuju berbagai dunia, seperti dunia manusia, binatang, maupun jin. Disana Andrei bertemu arwah ex babi. Dia pun mengejek Andrei.
“Dasar manusia rakus!! Gila sex!! Banci juga lu embat!!”
“Eh babi!! Diem aja lo!! Gak tau apa-apa aja belagu lo!!”
“Liat nih gue nanti lagi ngurus paspor untuk jadi manusia! Gue bakal jadi manusia yang hebat nih!!”
Si Andrei ex monyet pun tertawa di dalam hati dan seakan mengingat kejadian sebelumnya di Negeri kayangan ini, ketika Ia berdebat dengan arwah manusia tukang korupsi tersebut.
“Kenape lo cengar-cengir?”
Kagak kenape kok Bi!! Hehe..”
Tiba-tiba sang malaikat penjaga administrasi memanggil si Babi.
“Babi!” Panggil malaikat
“Iya!”
“Nih paspor kamu untuk jadi manusia! Nanti kamu lahir melalui keluarga Alessandro ya!”
“Siap komandan!!”
“Oya ada salam dari Tuhan, katanya hati-hati! Terus jangan lupa denganNYA ya!”
“Ohh pastinyo!!”
Dan tibalah si Babi itu lenyap “wuzzzz!!” meghilang menuju dunia manusia.
“hah! Dasar babi tolol! Liat aja nanti! Lo kata enak jadi manusia! Hahahaha….”
“Andrei!!” Panggil malaikat.
“Iya siap!!”
“Silahkan isi formulir menuju dunia jin ini”
Dan setelah mengisi formulir dunia jin. Si Andrei ex monyet ini pun langsung bergegas menuju dunia jin “Wuzzzz!!!”
Arip Pirosa,
Jakarta,
16 Februari 2010.
Selasa, 09 Februari 2010
CERPEN : DI BUNGKAM ALIEN !
Beberapa puluh tahun yang lalu, sekitar tahun 60an, alien mulai masuk meng-invasi Negeri ini, mereka melakukan tindakan semena-mena terhadap manusia. Semuanya di jarah dan di curi oleh alien dari tangan manusia, seperti harta, kekuasaan, bahkan nyawa manusia pun bisa hilang bila mencoba untuk berontak, seperti yang di lakukan Masrsinah ini.
Suci terpisah dari Ibunya, saat Ia berusia 5 tahun. Selama ini Suci hidup dan di besarkan oleh Pamannya.
“Carilah Ibumu Suci! Cari tahu semua kebenarannya! Setidaknya temukan bangkai Ibumu dan jerat para alien terkutuk itu ke Mahkamah Galaxy!”
“Iya Paman! Tapi bagaimana caranya!? Aku tak punya kekuatan untuk itu!?”
“Ini sudah zaman kebebasan! Sudah 12 tahun Alien kita usir dari Negeri ini! Dan temuilah Mas Mudir. Dia adalah seorang aktifis, sama seperti Ibumu! Temuilah dia anakku! Dia tinggal di daerah timur Negeri ini.”
Dengan modal nasehat dari Pamannya tersebut, Suci menempuh perjalanan jauh ke timur, dan akhirnya Ia bertemu dengan Mas Mudir. Ia menceritakan semua kejadian yang menimpanya kepada Mas Mudir.
“Wah, harus di tindak lanjuti! Memang agak berat kawan! Walau para alien sudah pergi dari Negeri ini, tetapi benih-benih alien yang di tanam dalam rahim manusia saat invasi waktu itu, telah berbuah sekarang, dan menghasilkan alien berbentuk manusia! Kita harus hati-hati kawan! Kita tak
Dengan semangat berapi-api, akhirnya mereka bedua mulai melakukan investigasi. Mereka mulai melakukan diplomasi ke berbagai pihak. Mengirim email ke Mahkamah Galaxy yang berada di planet Jupiter. Selain itu mereka juga meminta dukungan pemerintah Negeri ini untuk meminta
Dengan modal tersebut, akhirnya mereka pun mulai berangkat melakukan investigasi ke Negeri alien dengan menggunakan rocket luar angkasa.
“Selamat datang di Rocket Space Lines! Nyonya dan Tuan mau minum apa?” Sahut sang Pramugari Rocket luar angkasa tersebut kepada mereka berdua.
“Apa saja boleh!” Jawab Mudir.
Sementara itu di Bumi.
“Tutttt… tuttttt… klikkk… Halo Letnan Jendral Alien! Semuanya akan kami atur! Mereka akan membiru tragis sebelum tiba disana!”
“Bagus! Lanjutkan dinastiku! Walau rezim kami tak lagi berkuasa di Negerimu, tapi kami percaya kamu bisa melanjutkannya! Buat manusia-manusia Negerimu mempercayaimu dengan citra-citra positif kamu. Bungkam semua musuh-musuh kita! Lanjutkan! Hahahaha….. tut tut tut tut tut……..”
Beberapa hari kemudian, tersiar kabar bahwa Mudir dan Suci telah tewas secara mengejutkan di dalam Rocket luar angkasa tersebut. Tubuh mereka di temukan membiru tragis. Menurut otopsi yang di lakukan oleh pihak kepolisian, mereka berdua tewas karena di racun di udara.
Sampai sekarang kasus pembunuhan tersebut tidak ada kelanjutannya. Pemerintah seakan bungkam seribu bahasa. Polisi pun serasa malas menindak lanjuti kasus ini. Sementara orang-orang yang mencoba melakukan investigasi terhadap kematian mereka bedua, mendapat terror gelap.
Namun tak sedikit pula orang-orang yang tak takut untuk terus melanjutkan perjuangan Mudir dan Suci dalam menginvestigasi para alien. Mereka menganggap kematian Mudir dan Suci bukanlah akhir, tetapi adalah awal untuk menegakkan keadilan di Negeri ini! Dan kematian mereka adaah suatu tanda bahwa Negeri ini belum benar-benar bersih dari para alien yang sebelumnya berkuasa.
Arip Pirosa
Selasa, 9 February 2010.
Rabu, 03 Februari 2010
AYU DAN KOMO - DONGENG SEBELUM BERCINTA II (KONSPIRASI!)
Di suatu malam, di atas ranjang dalam sebuah kamar. Aku dan Ayu sedang tidur-tiduran sambil menonton TV. Kami menyaksikan program berita tentang kasus kriminalisasi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
“Aku sangat prihatin dengan keadaan Negeri ini! KPK di kriminalkan! Bagimana cara mereka untuk menangkap koruptor? kalau pimpinan mereka satu persatu menjadi tersangka!” Keluh Ayu padaku.
“Akan ku dongengkan sesuatu padamu sebelum kita bercinta, ini tentang Konspirasi!
“Kenapa harus dongeng melulu sih? Dasar orang melayu!”
“Karena ketika kebenaran di bungkam oleh kenyataan. Dongeng harus bicara menceritakan kebenaran!”
Aku pun mulai menceritakan cerita tentang konspirasi untuk Ayu. Anton Azrul namanya, namun dia sering di sapa dengan Bang Azrul. Dia adalah ketua Komisi Koruptor Harus Mati (KKHM) di Negeri antah berantah.
“Selamat ya pak atas keberhasilan anda dalam menangani berbagai kasus korupsi di Negeri ini!” Sahut salah seorang wartawan dalam acara jumpa pers di halaman gedung KKHM.
“Ya. Itu semua juga berkat dukungan dari rekan-rekan media dan masyarakat untuk membantu kinerja Komisi Koruptor Harus Mati selama ini!” Jawab Bang Azrul dengan wajah berseri-seri.
“Prestasi terbaik KKHM tahun ini adalah keberhasilan mengungkap kasus korupsi yang melibatkan Antonio Pahon, Ia merupakan menantu Presiden Bapak Suroso, orang nomor satu di Negeri ini! Apakah Bapak Suroso marah kepada anda, karena menantunya ditangkap oleh KKHM?”
“Oh tidak sama sekali! Anda semua
“Oke, sesi tanya jawabnya sekian! Terima kasih teman-teman wartawan atas apresiasinya!” Sambung sang ajudan Bang Azrul kepada para wartawan.
Setelah melakukan sesi konfrensi pers di siang hari, malam harinya Bang Azrul pun langsung mengadakan pesta keberhasilannya di sebuah restoran bintang
“Can’t buy me love… Everybody tells me so… Can’t buy me love… No, no, no, no, no, no...”
Alunan music The Beatles yang di bawakan oleh sebuah band sewaan mengalun menambah meriah suasana. Dimana-mana orang tertawa terbawa suasana meriahnya pesta.
Malam pun semakin larut. Bang Azrul pun bergegas pulang. Ia mengendarai mobil sedan Toyota Camry. Ia pulang sendirian, tanpa di temani supir. Namun di tengah perjalanan, Ia mendapati seorang wanita yang ingin bunuh diri dengan cara memalang di depan mobil Bang Azrul. Beruntung, Bang Azrul tidak mengemudi dengan ngebut, Ia pun langsung menyadari bahwa ada seorang wanita yang menghalangi jalannya. Ia pun turun dan menghampiri wanita tersebut. Setelah melakukan perbincangan, akhirnya Bang Azrul pun berhasil merayu wanita itu untuk ikut bersamanya dan tidak jadi bunuh diri. Wanita itu bernama
“Maukah anda membawaku ke sebuah hotel Bang? Aku sangat lelah sekali hari ini, Aku tak mau pulang!”
“Hotel? Hmm… Baiklah, malam ini saja ya, besok kau ku antarkan ke kantor polisi untuk melaporkan suamimu. Ok?”
Tibalah mereka berdua di sebuah hotel melati di kawasan pinggiran
“Dasar kau pelacur! Sedang apa kau disini?” Teriak seorang lelaki yang bernama Nasution Zulfikar. Ia merupakan Direktur Utama PT. Elang Banjar.
“Hei siapa kau?” Teriak Bang Azrul sambil menutupi badannya dengan selimut.
“Aku suaminya! Oww jadi ini simpananmu? Seorang ketua KKHM?”
“Hei tunggu-tunggu! Ini semua salah paham!”
Rini pun bergegas mengenakan bajunya. Ia pun langsung lari keluar hotel sambil menangis. Nasution dan Bang Azrul pun terlibat adu mulut.
“Hei bung! Reputasimu sebagai ketua KKHM akan hancur mulai malam ini! Bila kau mau damai, serahkan uang sebesar satu triliun rupiah padaku!”
“Kau coba memerasku bung!?”
“Terserah kau saja! Bila reputasimu mau hancur, silahkan! Hahaha…”
Nasution pun langsung bergegas pergi meninggalkan Bang Azrul sendiri di kamar hotel. Bang Azrul pun tampak kesal dan menyesal.
Keesokan harinya, di kantor KKHM, Bang Azrul tampak murung dengan kejadian yang menimpanya. Ia sedang duduk di ruang dinasnya sambil melamun. Tiba-tiba handphone Bang Azrul berdering. Bang Azrul pun terkaget.
“Halo siapa ini?”
“Hei masih ingat denganku Bang? Ingat kau masih punya hutang satu triliyun padaku! Waktumu tiga hari untuk menyerahkannya padaku! Hahaha… Tut tut tut tut…”
“Bangsat!”
Sudah satu hari waktu berlalu. Bang Azrul pun merasa tertekan dan tampak stress dengan kejadian ini. Kemudian di saat Ia sedang makan malam bersama keluarganya di rumah, Ia mendapati telepon dari seseorang yang mengaku anggota salah satu LSM anti korupsi di Negeri ini. Ia mengaku mengetahui apa yang sedang terjadi pada Bang Azrul. Ia mengajak Bang Azrul untuk bertemu di suatu tempat esok harinya, guna membantu Bang Azrul menyelesaikan masalah ini.
Tibalah Bang Azrul di sebuah café ternama untuk bertemu dengan orang yang kemarin meneleponnya. Orang itu bernama Wandi, Dia mengaku sebagai salah satu anggota LSM anti Korupsi, Dia berjanji akan membantu Bang Azrul dalam menyelesaikan masalahnya.
“Bagaimana kabarnya Bang?!”
“Sudah jangan banyak basa-basi, kita selesaikan masalah ini secepatnya, Aku sudah pusing dengan masalah ini! Jadi, rencana apa yang ingin kau jalankan dalam menyelesaikan masalah ini?”
“Oke Bang! Jadi begini rencananya ……………”
“It's been a hard day's night, and I've been working like a dog… It's been a hard day's night, I should be sleeping like a log………….”
Alunan lagu The Beatles yang di nyanyikan sebuah band sewaan di café tersebut menyamarkan perbincangan serius antara Bang Azrul dan Wandi.
“But when I get home to you, I find the things that you do... Will make me feel all right… You know I feel all right… You know I feel all right! Thank You!”
Selesainya lagu Hard Day’s Night dari The Beatles yang di bawakan oleh band sewaan café ini, juga menandakan selesainya pula perbincangan antara Bang Azrul dengan Wandi.
“Oke. Terima kasih sobat! Tapi ingat! Aku tak mau ada yang tewas!”
“Tenang saja Bang! Semuanya pasti beres! Aku
“Baiklah kalau begitu, Aku tunggu kabar darimu lagi”
Dua hari kemudian Bang Azrul yang sedang berada di ruangan dinasnya sedang menonton televisi. Ia sedang asik menonton sebuah debat politik di salah satu stasiun televisi. Sudah dua hari ini dia kembali ceria.
“Sudah dua hari ini si Bangsat Nasution itu tak pernah menghubungiku lagi! Nampaknya Wandi telah berhasil bernegosiasi dengannya”
“Breaking News siang ini! Pemirsa, telah terjadi pembunuhan terhadap Direktur Utama PT Elang Banjar. Bapak Nasution Zulkifar! Ia di temukan tewas tertembak di dalam mobilnya…………….” Suara pembawa acara berita di televisi.
“Apa? Nasution tewas?” Bang Azrul pun terkaget seakan tak percaya.
“Saat ini polisi sedang memintai keterangan dari berbagai saksi di lapangan mengenai pembunuhan ini……………..”
“Ah Wandi goblok! Kenapa harus di bunuh! Bangsat juga tuh orang!”
Bang Azrul pun langsung mencoba menghubungi Wandi melalui handphonenya.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif………………” Terdengar suara mesin penjawab otomatis yang memberitahukan HP wandi sedang tidak aktif.
“Bangsat! Kenapa bisa jadi seperti ini!”
Bang Azrul pun langsung bergegas meninggalkan kantor KKHM. Ia tampak stress dan panic karena kejadian ini.
“Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya?” Tanya Ayu kepadaku
“Pada suatu hari, Polisi berhasil menangkap dua orang yang membunuh Nasution. Dari keterangan keduanya, mereka disuruh oleh Wandi. Kemudian Polisi mendapati bahwa Wandi telah di temukan tewas di rumahnya dengan sangat misterius. Polisi yang sedang menyelidiki rumah Wandi, mendapati bukti kuat, yaitu HP Wandi yang memuat SMS kepada Bang Azrul, tentang rencana pembunuhan ini. Dengan bukti tersebut, Polisi langsung menangkap Bang Azrul. Bang Azrul sendiri merasa tidak bersalah, Ia merasa dirinya sebagai korban konspirasi. Dan hanya Rini lah saksi kunci yang bisa menyelamatkan Bang Azrul dari konspirasi ini”
“Lalu, siapa yang merencanakan atau dalang dari konspirasi ini Komo?”
“Sudahlah, kurasa semua orang dan termasuk kau juga sudah tau jawabannya!”
“Suroso kah?”
“Menurutmu?”
“Iya menurutku dia! Karena menantu dari Suroso
“Tak penting aku menjawabnya! Semua itu hanyalah dongeng sebelum bercinta”
“Ow iya! Tapi apakah cerita dongeng tentang konspirasimu itu sama dengan kisah kriminalisasi terhadap KPK sekarang ini? Apakah benar para petinggi KPK menjadi korban konspirasi? Cepat beri tahu Aku Komo?!”
“Sudahlah Ayu! Kurasa semua masyarakat sudah cukup pintar untuk menganalisa kejadian itu! Jadi buat apa kita ikut campur? Lebih baik kau buatkan aku telur setengah matang sebelum kita mulai bercinta malam ini”
“Dasar Hyper Sex! Setiap hari bercinta mulu!”
“Namanya juga orang melayu! Suka yang mendayu-dayu”
Kami berdua pun tertawa bersama di dalam kamar yang hanya berukuran 24x24 dan hanya di sinari oleh lampu bolham berdaya 5 watt itu. Karena perbincangan tentang konspirasi tadi, kami berdua jadi berfikir, apakah kami juga merupakan korban konspirasi? Ya mungkin juga, yaitu konspirasi social masyarakat yang memandang rendah seorang Gay dan Waria karena kami memiliki jiwa feminim.
Arip Pirosa.
Rabu, 3 Februari 2010.
Selasa, 19 Januari 2010
Cerpen : Dongeng sebelum bercinta (Komo dan Ayu, sekuel III)
“Komo!” Tiba-tiba Ayu mengalihkan pandanganku.
“Iya, ada apa sayang?” Ku sapa dia dengan senyum.
“Ah bosan nih!”
“Kenapa?”
“Bosan dengan orang-orang munafik di televisi ini! Maukah kau menceritakan seseorang yang sangat menarik untukku?”
“Siapa?”
“Siapa aja”
“Oke. Mau aku ceritakan tentang filsuf jagoan Plato dari yunani kuno, Karl Marx sang komunis radikal, atau tentang Ideologi Gramsci?”
“Ah, gak mau. Aku mau kamu ceritakan tokoh di Indonesia aja”
“Oww.. Siapa ya?” Aku pun terfikir sejenak, apakh ada orang atau tokoh yang ingin ku ceritkan pada Ayu, agar dia tidak bosan. Tiba-tiba aku terfikir seorang tokoh.
“Oya ada nih. Denger ya”
“Siapa?”
“Ada deh, coba tebak ya?”
“Iya” Ayu tersenyum sambil menyingkap tidurnya ke arah ku.
“Oke. ehem..”
Sosoknmya sangat wibawa, walau pun berkuasa, dia tidak memandang perbedaan sebagai hal yang harus di perdebatkan, dia menyatukan perbedaan itu menjadi sebuah keindahan. Penampilannya sangat nyentrik dan eksentrik. Dia pernah di bilang sesat dan menghina Islam oleh segelintir orang yang mengaku sangat beragama. Sosoknya sangat kontroversial, karena banyak pernyataanya yang di salah tafsirkan oleh banyak orang. Dia adalah seorang muslim yang taat.
“Hmm kayanya aku tau deh? Tapi siapa ya? Syekh Siti Jenar bukan”
“Hmm.. hampir tepat. Aku lanjutin ya!”
“Oke”
Dia bertubuh besar, gembul, dia merupakan seorang pemimpin besar, organisasinya merupakan yang terbesar di dunia.
“Oh aku tau! Semar bukan?” Potong Ayu di tengah ceritaku.
“Yap seperti tiu juga, tapi bukan”
“Yahh.. Siapa ya?”
Dia di gulingkan oleh pemerintahannya sendiri, dia tak di hargai oleh pemerintahannya sendiri, dia di khianati, padahal dia adalah seorang Presiden, namun dia di anggap menyimpang dan akhirnya harus di eksekusi. Secara fisik dia di anggap sebelah mata.
“Oh aku tau! Gusdur kan?”
“Yap betul”
Sosok Gusdur mengingatkanku pada sosok Semar, seorang tokoh perwayangan dari Jawa, dia memang tercipta dengan sosok yang tak sempurna, tapi dia mempunyai kekuasaan dan andil yang cukup luar biasa. Lihat Gus Dur, Dia mempunyai barisan NU yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia, Dia juga mempunyai andil besar bagi Negara ini, dia menyatukan masyarakat Indonesia dari berbagai golongan, oleh karena itu, dia di juluki bapak pluralisme Indonesia. Dia pun terkenal tak pernah basa-basi dan tak suka korupsi. Saat dia melihat ada peluang korupsi cukup besar di Departemen Sosial, dia lantas langsung membubarkan Departemen tersebut. Selain itu, dia juga membubarkan Departemen Penerangan, dia beranggapan bahwa siaran dan informasi adalah milik masyarakat, bukan milik pemerintah, karena masyarakat berhak mendapatkan segala informasi. Sungguh pemimpin yang egaliter, sangat merakyat.
“Tapi kenapa dia bisa di singkirkan? Padahal dia adalah sosok yang baik?”
Itulah tadi, sama seperti Semar yang merupakan sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Jadi sosok Gus Dur yang sebanarnya tak akan terlihat oleh orang-orang seperti tadi, tapi sebaliknya, bagi orang-orang yang baik, sosok Gus Dur akan tampak. Oleh karena itu Gus Dur sering di pandang sebelah mata.
“Berarti kebanyakan orang Indonesia adalah orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati? Makanya dia tidak dapat melihat sosok Gus Dur?”
“Ya gitu deh!”
Selain itu Semar juga selalu hadir apabila Negeri ini sedang mengalami masalah, Gus Dur hadir pada saat yang tepat, pada saat Orba berkuasa, Dia muncul sebagai tokoh Reformasi, memberikan pencerahan pada semua orang, membebaskan dari belenggu Hegemoni penguasa Orba.
“Oww begitu ya?”
Iya, selain Semar, Gus Dur juga mengingatkan ku pada Syekh Siti Jenar, konon Syekh Siti Jenar juga merupakan titisan Semar, seperti yang telah aku ungkapkan sebelumnya, bahwa Semar memang selalu hadir apabila Negeri ini sedang ada masalah, lihat pada zaman itu, Penguasa Demak melaukan Hegemoni besar-besaran di Indonesia setelah mereka berhasil meruntuhkan Majapahit. Raden Fatah selaku Raja Demak saat itu mempunyai bawahan, yaitu para Wali, namun para Wali disini sebenarnya adalah para penguasa, bukanlah mubalig agama Islam sebagaimana yang kita pahami selama ini. Mereka adalah penguasa yang berpihak pada agama Islam dan aktif menyebarkan agama Islam di Jawa. Namun berbeda dengan Syekh Siti Jenar dan Syekh Bentong, mereka berdua bukanlah penguasa. Nah Syekh Siti Jenar ini sebanarnya termasuk dalam jajaran ke Walian, namun dia di anggap sesat karena salah tafsir oleh para Wali, dia di anggap keluar dari syareat Islam, namun sebenarnya Syekh Siti Jenar memang tidak hanya mengajarkan syareat yang sudah palsu karena campur tangan kekuasan Demak, oleh karena itu dia di anggap berbahaya oleh penguasa Demak, makanya dia di Bungkam! Namun Syekh Siti Jenar tidaklah mati saat di eksekusi, dia mukso atau pemisahan jiwa dan raga untuk menyatu denganNYA.
“Wah, terus hubungannya sama Gus Dur apa?”
Ya, Gus Dur, sama-sama di khianati oleh pemerintahannya sendiri, ia di anggap sesat, di anggap membahayakan bagi DPR, makanya ia pun di lengserkan dari jabatannya. Ia selalu di salah tafsirkan, penampilannya yang nyentrik sama dengan Syekh Siti Jenar, dia merupakan orang yang benar-benar beragama, tau bagaimana berhubungan dengan Tuhan dan menjalankan perintah Tuhan yang benar. Dan kematian Gus Dur yang secara tiba-tiba menurutku juga adalah sebuah mukso, walau jiwanya mati, tapi sebenarnya Dia tak akan pernah mati, Dia akan kembali hadir di Negeri ini, entah itu 500 tahun lagi atau entah sampai kapan, atau saat Negeri ini memang benar-benar lagi kacau. Intinya setelah kematian Jenar, Indonesia di Jajah monyet-monyet Belanda hingga berabad-abad.
“Dan, mungkinkah nanti sepeninggal Gus Dur, Negeri kita ini juga akan kacau balau?”
“Siapa tau?”
“Tapi, apakah mungkin Gus Dur merupakan titisan Semar dan Jenar?”
Ya, aku memang tak pernah tau akan itu, tapi coba kita liat 500 Tahun yang lalu atau sekitar abad ke 16, Syekh Siti Jenar (titisan semar) mukso karena berselisih pahan dengan para Wali yang lain, dan ia berjanji akan datang kembali ke dunia nyata ini 500 tahun mendatang. Dan kita tau sekarang adalah abad 21, dan sekarang inilah tepatnya 500 tahun itu. Ya, bila dugaanku benar, Gus Dur adalah titisan Semar dan juga Syekh Siti Jenar. Gus Dur = Semar dan Jenar versi modern abad ke 21. Tapi aku tak tau itu hanya dongeng atau kenyataan, seperti halnya Semar dan Syekh Siti Jenar, mereka hanyalah di anggap dongeng belaka oleh segelintir masyarakat. Tapi terkadang kita tak tau batasan antara kenyataan dan dongeng? Terkadang dongeng adalah sebuah keyataan ketika Ia hidup di dalam diri kita, tetapi kenyataan terkadang hanyalah sebuah dongeng buat kita, karena Ia hidup di luar diri kita. Seperti halnya Tuhan, Dia kita yakini, karena Dia berada di dalam diri kita.
Jadi ketika kenyataan tidak dapat mengungkapkan kebenaran, dongeng dengan kekuatan imajinasi dan pikiran dapat mengungkap kebenaran yang tersembunyi. Karena dongeng merupakan proses alami imajinasi pikiran kita, bersifat jujur apa adanya. Seperti halnya Gus Dur, dia selalu berbicara jujur apa adanya, karena kejujurannya tersebut, dia tidak mendapat tempat di dunia ini. Ketika orang jujur memang tak dapat tempat di dunia ini, dia akan hidup di dunia dongeng, seperti halnya Semar dan Jenar, dia akan selalu hidup di dalam pikiran kita, hidup dalam dunia dongeng. Tetapi sebaliknya, orang penjilat atau munafik, dia akan mendapat tempat di dunia ini, karena dunia ini penuh dengan kepalsuan.
“Berarti kenyataan itu sebenarnya adalah dongeng? Dan dongeng adalah kenyataan?
“Iya. Karena dongeng dapat mengungkap kebenaran”
“Bisa jadi kisah kita ini, Komo dan Ayu adalah sebuah kenyataan? Dan penulis kita ini adalah sebuah Ilusi bagi kita aja”
“Iya. Benar sekali. Bukan kita yang di bentuk oleh dia. Tetapi dialah yang kita bentuk. Kita hidup di dalam pikiran Dia, pemikiran-pemikiran kitalah yang mengendalikan Dia untuk menciptakan kita”
“Sungguh gila”
“Sudahlah. Semua itu adalah dongeng sebelum bercinta”
“Dasar Gay”
Akhirnya aku dan Ayu pun langsung bercumbu bersama di atas ranjang itu dengan cahaya redup dari bolham berdaya 5 watt.
Arip Pirosa
Jakarta, 19 Januari 2010