Senin, 17 Januari 2011

RAYAKAN PERBEDAAN!!

Beberapa waktu lalu ane bertandang ke kota Bandung. Yang katanya kota modern, yang menerima berbagai macam kebudayaan yang ada. Namun ane dikejutkan dengan Spanduk yang isinya adalah larangan untuk membangun tempat ibadah di daerah tersebut. Namun disini ane ga mau menyebut nama Daerah tepatnya, karena disini ane juga menghargai keputusan mereka. Tapi sayang sekali ane gak bawa kamera untuk poto tuh Spanduk sebagai bukti tulisan ane ini, namun kira-kira tulisan spanduknya seperti ini :

"Setelah melalui kesepakatan bersama, Warga daerah ini menolak pembangunan Gereja"


Ya begitulah kira-kira isi spanduknya. Ane nulis ini bukan untuk mempropokasi antar umat beragama.

kasus ini merupakan sebuah kajian yang bagus buat ane dan kita semua untuk dapat menghargai sesama umat Manusia, walau beda Suku, Ras, dan Agama. Mengapa pada Zaman sekarang masih ada aja yang melakukan hal seperti ini. Bukankah Era Kegelapan (Dark Age) di Abad Pertengahan udah lewat beberapa Abad yang lalu? Dimana Agama benar-benar terpelosok ke dalam lembah kenistaan, di Zaman itu nama Agama dan Tuhan dibawa-bawa untuk mempertahankan kekuasaan para Penguasa dan untuk pengekangan bagi orang-orang yang melanggar perintah Penguasa saat itu. Dan seharusnya Era itu sudah berakhir dari kapan tau, dimulai dengan gerakan Humanisme Italia, yang mempelopori Zaman Renesans hingga Post-Modern sekarang ini.


Kembali ke masalah. Ane masih bingung, atas dasar apa mereka (warga daerah itu) melakukan pelarangan pembangunan Gereja? Ane juga belum tau, tapi apapun alasan mereka, semua Manusia berhak mendapatkan kebebasan untuk beribadah, dan itu semua dilindungi oleh Undang-Undang (UUD Pasal 29). Ane ga mau membela atau pun menyinggung satu kelompok tertentu, tapi disini ane ingin mempertanyakan sampai sejauh mana batasan kekuasaan Manusia untuk menyentuh kebebasan Manusia lain? Apakah Manusia terlalu sombong dengan menganggap dirinya paling benar sama dengan Tuhan? Haruskah Manusia mempunyai kuasa yang sama dengan Tuhan? Apakah seorang Kiyai Haji, para Habaib, Wali, Paus Paulus, Pendeta, Rabi, Biksu, Presiden, Raja, Jendral, atau Tokoh Masyarakat yang dituakan mendapatkan kesetaraan kuasa dengan Tuhan? Sehingga mereka bisa melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya yang mengatasnamakan kebenaran atau Tuhan? Tak sadarkah mereka bahwa mereka hanyalah Manusia biasa, sama dengan kita? Mereka juga bukanlah Nabi yang sudah ditutup oleh Muhammad SAW? Bahkan Nabi sendiri tidak pernah melakukan hal yang semena-semena terhadap umat Manusia, kecuali atas perintah Tuhan langsung.


Jadi pada intinya kasus ini hanyalah masalah Hegemoni. Dimana kelompok Dominant melakukan ‘diskriminasi’ terhadap kelompok Minoritas atau Oposisi. Dan dalam kasus ini yang menjadi kelompok Dominant adalah Kelompok Non-Nasrani di daerah tersebut yang melakukan diskriminasi terhadap kelompok Minoritas kaum Nasrani di daerah tersebut. Oleh karena itu terjadilah pelarangan pembangunan Gereja di daerah tersebut. Sangat jelas sekali disini masalah Hegemoni, dimana Tokoh Masyarakat daerah tersebut memanfaatkan kekuasaanya untuk meng-Hegemoni daerah tersebut, dengan mengatasnamakan Adat, Etika, Agama, Suku, atau apalah pemikiran metalnya. Jadi disini bukanlah soal siapa yang paling benar atau suara terbanyak, tetapi disini hanyalah kepentingan Politik Hegemoni dari Pemuka Adat daerah tersebut untuk mempertahankan kekuasaan Ideologinya.


Dia menganggap dirinya dan pemikirannya paling benar sendiri dengan membawa-bawa nama Agama dan Tuhan. Kalau kita bicara soal kebenaran berarti kita bicara soal Yang Maha Sempurna, yaitu Tuhan. Bila Dia (Tokoh Masyarakat daerah itu) melarang pembangunan Gereja yang notabenanya adalah tempat Beribadah kaum Nasrani kepada Tuhan. Berarti si Tokoh Masyarakat tersebut telah melarang Manusia untuk Beribadah kepada Tuhan? Tuhan semua makhluk pada intinya adalah Satu. Tuhan Yang Maha Esa, apapun namaNYA dalam berbagai Agama atau kepercayaan, dia tetap Tuhan, Dia mengajarkan Kebaikan kepada kita Manusia. Masalah siapa yang paling benar, itu semua kita kembalikan kepada kita semua sesuai kepercayaan kita masing-masing, tak ada larangan ataupun paksaan. Dalam Al-Quran (QS Al-kafirun:6) sesuai dengan bunyi ayat Lakum Dinukum Waliyadin, Agama mu Agama mu, Agama ku Agama ku. Manusia tidak berhak bertindak sebagai Tuhan dengan merasa dirinya paling benar dengan memvonis Manusia lain sesat atau tidak. Biarkanlah kita berhubungan dengan Tuhan kita atau Hablumminallah dengan cara dan kepercayaan kita masing-masing, dan kita tetap menghargai sesama Manusia walau berbeda dalam hal apapun, kita harus tetap menjalin hubungan dengan baik atau Hablumminanas dengan sesama Manusia.


Jadilah Manusia yang beragama sebenarya, bukan beragama penuh dengan kepalsuan dan gaya-gayan yang malah membuat kita terlihat seperti orang tak beragama. Jagalah Agama mu, jangan sampai Agamu mu terlihat jelek karena kalakuan burukmu. Disini ane sebagai Muslim, ane mau menunjukkan kepada semua orang kalau Islam adalah Agama yang damai, indah dan sempurna. Tunjukkanlah dengan kelakuanmu. Karena apa yang terlihat Lahiriah, itu menunjukkan Batiniyahnya juga. Jangan sampai nama Islam ternoda dengan perbuatan-perbuatan tercela. Hargailah mereka dalam perbedaan. Rayakan Perbedaan!! Perbedaan adalah anugrah, Tuhan menciptakan MakhlukNYA dengan berbeda-beda, dengan tujuan untuk saling mengenal, belajar, menghargai, membantu, instropeksi, dll. Bila tanpa perbedaan, kita tak bisa menilai mana yang baik buat kita dan mana yang buruk buat kita, atau mana yang Hak dan mana yang Bathil.

Jadi:
Rayakanlah Perbedaan!! Freedom for All Human!!

Senin, 27 Desember 2010

Byebye Blackbird 2

Hey blackbird. Please don’t cry for me..


Kita tahu, Selama ini kita sering beselesih paham. Aku dengan pemikiranku, dan kamu dengan pemikiranmu.


Menurutku cinta gak harus dipaksakan. Gak adil bila kita harus memaksakan stigma cinta membuat semuanya menjadi “Halal”. Bila memang sudah tidak ada lagi konstruksi perasaan, Buat apa dipaksakan saling mencinta.


Terkadang cinta memang bisa membunuh logika, Tapi sebuah kedewasaan dalam bercinta membutuhkan logika. Logika membutuhkan sebuah konstruksi yang bisa diterima oleh nalar. Nalar pun harus berjalan selaras dengan perasaan.


Bila setiap malam minggu aku ditemani gitar dan segelas es teh tawar, Ga logis juga aku bisa mencintai kamu. Yang ada aku cinta sama gitar dan es teh tawar.


Menurutku cinta gak bisa terkonstruksi didalam sebuah kekosongan, Jarak yang membuat semuanya menjadi kosong. Walau waktu tempuh kita hanya 2 jam saja, Tapi tetap itu tidak bisa membangun sebuah candi. Bandung Bondowoso aja gagal membangun cinta dalam 24 jam, dan begitu pula dengan Sangkuriang. Gak penting dan ga nyambung juga sih statement tentang cerita rakyat itu tadi.


Oke, Balik lagi ke cinta. Cinta menurutku adalah dari mata turun ke hati. Bila aku tak bisa melihat dirimu, bagaimana aku bisa mencintai kamu.


Memang betapa lemahnya aku yang gak bisa menjalani LDR ini. Aku memang gak sehebat Kambing Jantan atau Adhitya Sofyan dalam menjalani LDR. Tapi bukan berarti aku tidak sehebat mereka. Aku lebih hebat kok dari mereka. Dan yang pasti ini bukan masalah LDR aja, tapi kita memang udah gak cocok.


Aku membutuhkan keseriusan dalam bercinta. Keputusanku ini adalah tindakan nyata dari keseriusanku dalam bercinta. Tak ada waktu lagi untuk bermain dengan cinta. Bila ini udah gak sehat buat apa lagi dipertahankan.


Maaf bila aku harus mengambil keputusan seperti ini. Aku mohon satu sama kamu. Pleaseee jangan dengerin lagu cengeng ya. Dengerin lagu The Beatles aja, Seperti Hey Jude, Let It Be, Yesterday, Blackbird, atau The Inner Light juga bisa. Lagu indie pop masih bisa menjadi rekomendasi deh.


Once again blackbird. This is for you..


Jika 4 tahun lalu, saat menembakmu, aku menggunakan kata-kata tolol, Sekarangpun demikian. Aku melepasmu terbang juga dengan serangkaian kata-kata tolol juga, walaupun tidak sekeren dengan pop-up saat nembak dulu.


Selamat tinggal Blackbird. Terbanglah yang tinggi dan sebebas yang kamu inginkan. Raihlah mimpimu, Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya. I always miss you. Bye-bye Blackbird :)

Sabtu, 04 September 2010

Antara ... dan ...

Sesosok makhluk nampak siluet dari kejauhan, berjalan menuju sebuah Altar. Sesampainya di Altar, perlahan tampaklah wujudnya. Dia tak berpakaian, terlihat jelas lekuk tubuhnya yang indah berwarna coklat pekat, terlihat jelas penis dan buah dadanya yang besar, rambutnya panjang hingga dubur. Dia memiliki wajah yang garang bak tentara Nazi, namun Dia berjalan gemulai bak model Prancis.

Tubuhnya langsung tergulai di Altar tersebut, Dia bersimpuh, kepalanya tertunduk dengan mata terpejam dan menitikkan air mata sambil berseraya halus : "Aku tidak tahu!"

Di sekeliling Altar tumbuh rimbun pepohonan berdiri tegak disana sini, seberkas sinar matahari menembus di antara ranting pohon satu dengan yang lain, kuning memancar lurus dari atas ke bawah bak batang pepohohan tak bercabang. Gemericik air sungai bersautan dengan gesekan antara daun pepohonan dan angin sepoi-sepoi, ditambah kicauan burung sesekali, menandakan suatu komunikasi alam yang harmonis disekeliling Altar.

Dia pun menegakkan kepalanya kembali secara perlahan, namun matanya masih terpejam, dahinya mengkerut, mulutnya menganga dan berteriak tak berkalimat sekencang-kencangnya.

Burung-burung yang tadinya hanya sesekali berkicau didahan pepohonan pun langsung bergegas terbang kesana-kemari seraya berkicau menggema di udara satu sama lain, dan membuat gesekan antara daun pepohonan dengan angin menjadi tak beraturan dan tak seirama dengan gemiricik air. Situasi alam disekitar Altar pun tak lagi seimbang, sinar matahari yang tadinya tegak menyaru bak batang pohon seakan tertebang oleh teriakannya.

Akhirnya Dia bangkit dan meninggalkan Altar. Dia pun kembali tampak siluet dan hilang begitu saja berbaur dengan udara.

Selasa, 24 Agustus 2010

Budak Kapitalisme

Suatu hari Aku kesepian dan ingin sekali bermain dengan para sahabatku. Karena rasa ingin main tersebut, aku pun memutuskan untuk menyambangi rumah sahabatku. Pertama aku bertandang ke rumah Budi, Aku pun berteriak di depan rumah Budi "Budi maen yu.."
Budi pun menjawab "Ga ah, sore ini aku mau kerja di tugu pancoran!"
Akupun kecewa, tapi kekecewaan itu tak berlangsung lama, aku langsung bergegas menuju rumah Shinta..

kucuk kucuk kucuk,

sampailah aku dirumah Shinta.. Aku pun berseru "Shinta maen yu!"
Shinta pun menjawab "Yah aku mau gawe bareng Jojo! Muup ya!"
Aku pun kembali putus asa dan sangat kecewa.

Sebuah kesenangan, silaturahmi dan permainan harus terputus karena tuntutan Kapitalisme! Bukan Budi dan Shinta yang tidak mau bermain, tapi kapitalisme mendorong mereka menjadi seorang budak, mengejar yang namanya hepeng untuk dapat mencapai kesuksesan semu. Dengan selembar kertas, kapitalisme dapat menjadikannya seorang yang mendapatkan kesuskesan yang "dibeli", bukan di dapatkan dengan hati.
Ah sudahlah! lebih baik aku main sendiri saja, sambil meminta uang dijalan untuk membeli Ipod!

Jumat, 23 Juli 2010

Islam for Peace

Beberapa hari lalu gue mendapati seseorang mengomeni status gue dan berkata bahwa menghancurkan bar dan merazia PSK menjelang bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi seorang muslim, dan dia juga mengajarkan gue untuk belajar sejarah mengenai perang yang melibatkan Nabi Muhammad! Gue pun tertawa akan komen ini :D dan sedikit terima kasih, karena itu gue terpacu untuk membahas ini. Gue akan menggunakan landasan Sejarah singkat teladan Muhammad dan Salahidin Al yubi atau Salidin saat perang Salib. Selain itu gue juga menggunakan landasan Rukun Islam dan 3 amalan yang akan kita bawa sampai akhirat! Simple!

Oke pertama gue pengen ngejawab dengan simple, gue pengen menggaris bawahi kata wajib yang dia gunakan? Wajib bagi muslim? Sekarang kalo dia emang bener-bener orang Islam pasti dia paham apa aja sih isi Rukun Islam? Kewajibannya orang Islam itu apa aja? Apakah disana di sebutkan kita harus melukai, mendiskriminasi dan berbuat semena-mena terhadap orang lain, bahkan musuh kita sekalipun? Apa ada? Coba kita jabarin Rukun Islam yang ada 5 itu satu-satu :
1. Mengucapkan 2 kalimat Syahadat
2. Melaksanakan Shalat 5 waktu
3. Berzakat (Membantu orang lain)
4. Berpuasa di bulan Ramadhan
5. Dan naik Haji bila mampu.

Nah dari ke 5 Rukun itu apakah ada isyarat kita untuk mendiskriminasi orang lain? Malah kita di ajarkan untuk membantu orang lain, dengan cara berzakat.

Oke dan masalah perang Nabi. Yang sebenarnya harus belajar Sejarah adalah dia! Nabi berperang bukan, inget BUKAN untuk menyerang dan bukan karena beda keyakinan atau memerangi kekafiran! Peperangan (Al-Qital) terjadi untuk melakukan pertahanan, karena kaum Quraisy telah mencoba mengusir dan memerangi Muhammad, itu yang terjadi saat perang Badar, perang kemenangan pertama umat Islam (Dengan sedikit bantuan Malaikat) . Dan untuk di ingat! Pada jaman Nabi, Islam bukan di raih secara kekerasan. Kemenangan Islam bukan karena peperangan! Islam disebarkan dengan cara dakwah secara damai oleh Nabi dan Sahabatnya! Dengan bantuan para Malaikat dan juga wahyu dari Allah, Muhammad dengan mudahnya menyebarkan Islam di jaman tersebut! Nah! sepeninggal Muhammad lah baru kemudian terjadi Hegemoni Islam besar-besaran oleh para Raja Arab yang berkuasa saat itu yang notabenanya adalah orang Islam. Mereka mungkin "Sedikit" memaksa orang atau rakyatnya untuk memeluk Islam, lihatlah sepeninggal Nabi, Arab terpecah belah karena banyak terjadi kesalah pahaman ajaran Nabi sesungguhnya, perang saudara dimana-mana, dan itu terjadi SETELAH sepeninggal Nabi. Jadi Nabi tidak mengajarkan kekerasan dan peperangan dalam menegakkan syariat Islam, bahkan Muhammad pernah menjenguk dan mengasihi tetangganya yang Quraisy, yang setiap harinya melempari Beliau (Muhammad) dengan batu dan (maaf) kotoran manusia! Tapi Muhammad malah berbuat baik kepadanya, Muhammad pun tak berhak dan tak mau memaksa orang Quraisy itu untuk masuk Islam, tapi karena kebaikan dan kedamaian yang di berikan Muhammad, maka si Quraisy itu pun tertegun (Jiah tertegun kata-kata gue :D) hatinya dan tertarik dengan Islam. Itulah yang harus kita teladani dari Nabi. Bukan perangnya!

Begitu juga perang salib yang terjadi pada Abad Pertengahan, ketika Salahudin Al Ayubi atau juga disebut sebagai “Saladin” di dunia barat, merupakan panglima perang Muslim yang dikagumi kepiawaian berperang serta keshalihannya baik kepada kawan dan lawan-lawannya. Keberanian dan kepahlawanannya tercatat sejarah di kancah perang salib. Tapi beliau berperang bukan untuk merebut Yeruslem, lebih kepada membela para peziarah Islam di kota suci tiga Agama Yerusalem, karena bukan rahasia umum, sebelum pindah ke Ka'bah atau Makkah, orang Islam bersama dua Agama lain, yaitu Kristen dan Yahudi, melakukan Ziarah di Yerusalem, tepatnya Islam di Masjid Al-Aqsa!

Nah! Saat Salahudin berkuasa, perang salib sedang berjalan dalam fase kedua dengan dikuasainya Yerussalem oleh pasukan Salib. Namun pasukan Salib tidak mampu menaklukan Damaskus dan Kairo. Saat itu terjadi gencatan senjata antara Salahudin dengan Raja Yerussalem dari pasukan Salib, Guy de Lusignan. Perang salib yang disebut-sebut sebagai fase ketiga dipicu oleh penyerangan pasukan Salib terhadap rombongan peziarah muslim dari Damaskus. Penyerangan ini dipimpin oleh Reginald de Chattilon penguasa kastil di Kerak yang merupakan bagian dari Kerajaan Yerussalem. Seluruh rombongan kafilah ini dibantai termasuk saudara perempuan Salahudin. Insiden ini menghancurkan kesepakatan gencatan senjata antara Damaskus dan Yerussalem. Maret 1187 setelah bulan suci Ramadhan (Sumber dari Oom Google mengenai Perang Salib), Salahudin menyerukan Jihad Qittal. Pasukan muslimi bergerak menaklukan benteng-benteng pasukan Salib. Puncak kegemilangan Salahudin terjadi di Perang Hattin ini.
Kemudian Sang raja Raja Yerussalem Guy de Lusignan berhasil ditawan sedangkan Reginald de Chattilon yang pernah membantai khalifah kaum muslimin langsung dipancung. Kepada Raja Guy, Salahudin memperlakukan dengan baik dan dibebaskan dengan tebusan beberapa tahun kemudian. Dalam pembebasan kota-kota ataupun benteng Salahudin selalu mengutamakan jalur diplomasi dan penyerahan daripada langsung melakukan penyerbuan militer.

Kemudian Pasukan Salahudin mengepung Kota Yerussalem, pasukan Salib di Yerussalem dipimpin oleh Balian dari Obelin. Empat hari kemudian Salahudin menerima penawaran menyerah dari Balian. Yerussalem diserahkan ketangan kaum muslimin. Salahuddin menjamin kebebasan dan keamanan kaum Kristen dan Yahudi. Fragmen ini di abadikan dalam film “Kingdom Of Heaven” besutan sutradara Ridley Scott. Tanggal 27 Rajab 583 Hijriyah atau bertepatan dengan Isra Mi’raj Rasulullah SAW, Salahudin memasuki kota Yerussalem. Ada suatu percakapan dalam film Kingdom Of Heaven yang menarik, kurang lebih seperti ini :
Balian : ”Saya serahkan kunci kota Yerussalem kepada anda, tapi anda harus dapat bisa menjamin keselamatan kami, orang-orang non-muslim”
Salahudin: ”Saya akan jamin keselamatan anda”
Balian : ” Apa yang dapat menjamin kami bahwa anda akan menepati janji anda ?” (Balian masih ingat saat-saat Yerussalem jatuh ke tangan pasukan Salib, banyak penduduk sipil muslim yang dibantai sampai kota Yerussalem sesak oleh mayat, dan Balian khawatir Salahudin melakukan hal yang sama )
Salahudin : ” (diam sejenak..menatap tajam Balian) Saya akan menepati janji, Insya Allah ..saya adalah Salahudin saya bukan seperti orang-orang anda”.

Jadi pada intinya beliau atau orang yang berkata di status facebook gue, untuk wajib memerangi bar,PSK,dll itu lebih kepada pembacaan text ayat-ayat berdasarkan kebencian atau hegemoni, bukan kepada dasar hati dan tindakan seorang Muslim, yang selalu cinta akan kasih dan damai. Malah tindakan seperti itu yang akan menghacurkan martabat Islam dan membuat orang lain benci akan Islam, jadilah duta besar Islam yang baik, dengan mengajarkan kasih dan damai, bukan tindakan-tindakan yang diskriminatif! Sudah lah cukup tindakan Amrozi, CS yang sudah memudarkan kepercayaan Islam di mata Internasional. Seperti pepatah arab yang pernah berkata "Islam hancur oleh orang Islam itu sendiri". Ya yang bikin jelek Islam itu adalah orang Islam itu sendiri. Masalah PSK, dll berdosa atau tidak, itu bukan urusan kita, itu urusan Dia personal dengan Tuhannya (Habluminallah), seperti hal ada orang yang ikut campur dengan urusan Rumah Tangga kita, pasti kita bakal terusik dan risih, sama aja tuh mereka berhubungan dengan Tuhan kekasihnya, jangan di ganggu. Sebelum kita mengusik orang lain, lihat dulu kedalam jiwa kita, apakah kita sudah baik hubungan kita dengan Tuhan kekasih kita? Lagi pula dengan memerangi Bar, PSK, dll ga ada untungnya juga gitu buat kita, apakah akan di bawa oleh kita sampai akhirat? Kaga juga! Yang bakal di bawa ada 3 :
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Amal Sholeh
3. Dan Doa dari anak yang Sholeh

Nah itu ga ada kan? Lagian buat apa juga kita merazia mereka saat bulan puasa? takut iman nya goyang? Kalo kuat dan Islam banget ngapain takut? hehehe... Lagian kalo mau memerangi maksiat ya jangan berbentuk kekerasan atau fisik. Tapi! Perangi lah niat untuk melakukan maksiat di diri sendiri! :D

Thanx kawan udah membuat gue menulis seperti ini :D Islam for Peace not War! Dan sebelumnya, mohon maaf lahir batin! Marhaban Ya Ramdhan :D

Rabu, 21 Juli 2010

Kosong

Kau hanya proyeksi pikiran aku..
Kau tidak nyata bagiku..
Aku tidak punya perasaan denganmu..
Konstruksi pikiranku yang membuat kau nyata..
Konstruksi kenangan yang membuat ku suka padamu..

Tak ada cinta disini..
Hanya aku yang bermimpi sendiri di dunia ini..
Aku menunggu di bangunkan dari tidurku..
Ketika aku bangun nanti..
Kau tak akan pernah ada lagi..
Kau tak nyata..
Kau hanya terbentuk dari gagasan pikiranku..

Karena sejatinya aku adalah arsitek..
Arsitek akan duniaku sendiri..
Hanya cukup dengan memejamkan mata, aku dapat melihat seluruh isi dunia..
Dengan membuka mataku, aku sudah dapat melihat jalan menuju surga..
Kehidupan adalah kematian..
Dan kematian adalah kehidupan..

Kamis, 01 Juli 2010

Terlalu banyak iklan di TV

Terlalu banyak iklan di TV..
Sehingga kita teralihkan..
Entah sampai mana ceritanya..

Apakah sang jagoan telah mati..
Kemana larinya penjahat itu..
Sepertinya iklan itu membuat ku lupa..
Lupa akan jalan cerita Negeri ini..

Belum lama ini Negeriku di guncang gempa..
Kemudian Tikus-tikus leluasa berkeliaran..
Lalu aku tak lagi melihat Cicak di layar kaca..
Dan bagaimana kelanjutan kabar Century..

Mengapa orang ngentot aja di ributin..
Padahal itu adalah bagian kehidupan manusia..
Negeri lain di urusin Kemerdekaannya..
Sementara Negeri sendiri aja masih belum merdeka..

Entah apa yang terjadi di Negeri ku ini..
Jalan ceritanya jadi tak karuan..
Mungkin memang iklan terlalu banyak di TV..