Jumat, 27 November 2009

Dajjal

Tanda-tanda akhir zaman yang Tuhan beritahukan salah satunya adalah "munculnya" Dajjal. Dajjal di beritahukan pada Al-Quran adalah dimana sesuatu yang baik di buatnya menjadi buruk, dan sebaliknya, yang buruk menjadi baik. Semuanya menjadi kacau ketika dia (Dajjal) datang. Dan kebanyakan semua orang merepresentasikan Dajjal adalah sebagai monster pembunuh atau raja iblis dari neraka yang ganas dan dapat "memakan" orang-orang mu'min.

Tanda-tanda munculnya Dajjal pun juga di jelaskan dalam beberapa kejadian-kejadian, antara lain adalah konflik bersaudara, Bapak menggauli putri kandungnya, anak membunuh Ibunya, perempuan bertingkah laku seperti lelaki, dan sebaliknya, dll. Sekarang ini kita dapat melihat semua tanda-tanda itu, dan itu semua sudah muncul sejak lama di dunia ini.

Dan pertanyaannya adalah kapan munculnya Dajjal?
Kita lihat sekarang di sekitar kita. Sebenarnya Dajjal sudahlah muncul. Dan pada hakikatnya Dajjal disini bukanlah Dajjal yang berupa monster pembunuh manusia seperti film-film Hollywood gambarkan dan yang sering kita tonton tersebut.

Bukan itu Dajjal yang dimaksud, karena pada Hakekatnya manusia adalah makhluk yang paling sempurna, karena di dalam diri manusia ada RuhNYA. Makanya manusia yang membunuh manusia sangatlah di benci Allah. Dan tidak akan Allah menciptakan makhluk lain untuk membunuh manusia, karena yang berhak akan nyawa manusia hanyalah Allah, bukannya monster, setan, ataupun alien sekalipun.

Dajjal yang sebenarya dimaksud adalah sebuah situasi yang sangatlah kacau di muka bumi ini. Lihat apa yang di jelaskan Al-Quran tentang Dajjal? Dia memunculkan kekacauan di dunia ini, dan dia membalikkan kebenaran menjadi ketersesatan dan sebaliknya, ketersesatan dijadikkannya kebenaran.

Kita tak perlu menunggu dan melihat kapan Dajjal datang sebagai pertanda kiamat tiba. Dajjal sebenarnya sekarang ini sudah menyebar di semua penjuru dunia. Dajjal yang di maksud disini merupakan sifat buruk yang terdapat di manusia. Manusia sekarang ini banyak sekali yang membunuh saudaranya sendiri dengan cara yang berbeda-beda. Dan lebih jelasnya lagi adalah situasi carut marut di dunia ini, dimana semua orang sangatlah sukar mendapatkan dan mencari kebenaran, karena sekarang kebenaran dapat dengan mudah di rekayasa oleh suatu oknum atau kelompok untuk memuaskan nafsu dan egonya. Jadi Dajjal sebenarnya adalah diri manusia yang bersifat jahat itu sendiri. Sama halnya dengan setan, yang sebenarnya juga terdapat di dalam diri manusia itu sendiri.

Zaman sekarang ini adalah zaman edan, dimana yang benar di teriaki maling atau sesat, dan yang sesat atau kebohongan publik malah di sanjung-sanjung dengan lebel benar. Sudah banyak contoh yang terjadi sekarang, seperti teori konspirasi 911 Amerika, mereka membuat teori konspirasi untuk memanaskan timur tengah, kemudian ga usah jauh-jauh, lihat di Indonesia sendiri. Contoh kasus adalah penegak hukum di Indonesia yang sebenarnya dapat kita percaya malah terlilit dalam suatu ke durjanaan. Kita sendiri sebagai masyarakat awam bingung mana yang benar dan mana yang salah. Mereka (Dajjal atau oknum tak bertanggung jawab) pun juga seenaknya memutar balikan fakta, dari hal buruk menjadi hal baik dengan alasan macam-macam atau memanfaatkan kekuasaan mereka.

Itulah yang sebanarya terjadi. The real Dajjal.
Kejahatan sendiri pada hakikatnya bukanlah kata benda, melainkan kata sifat. Sama halnya dengan Dajjal, yang bukan kata benda atau sesosok monster, melainkan kata sifat dari manusia yang menempati bumi ini. Dajjal adalah manusia yang berbuat kedurjanaan. Dan sebenarnya tidak ada manusia yang jahat atau sesat, melainkan sifat mereka yang membuatnya menjadi jahat ataupun sesat. Mereka (manusia yang bersifat jahat tersebut) sejatinya tidak mau atau tidak mempunyai keinginan untuk memperbaiki dirinya dan terus tetap terbeleggu dengan jubah duniwinya. Dia tidak mau membuka pintu hatinya untuk menemuiNYA.

Dan oleh karena itu semua, maka Tuhan pun menurunkan Isa AS untuk mengatasi Dajjal yang sebagaimana tertulis dalam Al-Quran. Dan di riwayatkan yang dapat "menjinakkan" keganasan Dajjal adalah Isa AS yang akan turun kembali ke bumi, yang mana sebelumnya Isa AS telah di angkat atau di "naikan" oleh Allah ke sidratul muntaha pada saat terjadinya penyalipan terhadap dirinya. Isa As adalah salah satu contoh Insan Kamil di dunia ini. Dirinya tak tersentuh kematian.

Dan Sebenarnya Isa As pun sudahlah turun ke dunia ini untuk melepaskan manusia dari belenggu kefanaan. Dan disini di maksudkan sebagai Isa AS bukanlah sesosok jasad atau kata benda bentuk Isa AS yang di turunkan dari langit oleh Tuhan. Melainkan ajaran atau kata sifat Isa AS tentang masalah ke makrifatan agar semua manusia menapatkan pencerahan di dunai ini. Ajaran tentang cinta kasih terhadap Tuhan, agar manusia dapat terlepas dari belenggu "Dajjal". Manusia di harapkan dapat melawan Dajjal dengan jalan pencerahan, mensucikan dirinya dari kefanaan dunia dan dapat menyatu atau kembali kepada Tuhan agar manusia dapat menemukan kebenaran yang sejati, dengan menemukan kebenaran yang sejati tersebut, kita akan dapat dengan mudah "mengusir" sifat Dajjal dari tubuh kita, melepas diri kita dari keterbelengguan. Kita tidak akan lagi terkait dengan kefanaan dunia yang sebenarnya dapat menjauhkan kita padaNYA.

Mungkinkah jalan kita kembali kepadaNYA akan semakin dekat? Dengan adanya tanda-tanda akhir zaman tersebut. Marilah kita tengok dan instropeksi apa yang selama ini telah kita perbuat. Apakah kita memang sudah benar-benar menemukan jalan menuju kebanaranNYA. Atau masih terbelenggu dengan jubah duniawi kita? Dan seyogyanya siap tidak siap kita akan kembali menghadapNYA. Bukankah sebuah keindahan dari kehidupan yang sesungguhnya akan hadir kepada kita, dimana kita akan lepas dari kefanaan dunia ini yang penuh degan nafsu, ego, dan kedurjanaan bila kita dapat menemukan jalan kebenaran menujuNYA. Kematian bukanlah akhir dan kesedihan, melainkan suatu awal dari kehidupan yang sesungguhnya, suatu keindahan dimana kita akan bertemu denganNYA. Namun itu semua akan menjadi indah bila kita benar-benar sudah melakukan yang terbaik selama di dunia ini, dengan menjadi manusia yang baik (Rahmat bagi semesta Alam) kepada semua makhluk dan selalu beribadah dan tawakal padaNYA.

Dan apakah akhir zaman akan kita hadapi sebentar lagi? Dengan tanda-tanda akhir zaman yang telah kita lihat tadi? Manusia boleh berkehendak dan membongkar rahasiaNYA, tapi Allah lah yang Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui akan rahasia-rahasiaNYA.

God Bless All Human..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar